Monday, May 28, 2012

Sirkumsisi metode Flashcutter dan electrocauter. Aplikasi Untuk Khitan

Sirkumsisi metode Flashcutter dan electrocauter.
Aplikasi Untuk Khitan

Milihat video khitan metode flashcutter DISINI

Khitan /sirkumsisi metode Flashcutter

Masyarakat awam sering salah kaprah menyamakan atau menyebut khitan metode ini dengan khitan laser. Adalah tugas kita untuk meluruskannya.

Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya kita lihat perbedaan antara elektrokauter (electrocauter) dengan Flashcutter

Perbedaan Flashcutter dan elektrokauter

Flashcutter


Elektrokauter

1. Pisau halus dan tajam.


1. Pisau tumpul

2. Pisau memotong cepat (tidak membakar)


2. Pisau memotong lambat (membakar)

3.Bertenaga baterai (tidak berbahaya)


3.Bertenaga listrik (berbahaya)

4. Dapat dipakai sewaktu-waktu tanpa harus menyiapkan kabel listrik (PLN)


4. Mutlak membutuhkan dan harus menyiapkan kabel listrik (PLN)

5. Bebas untuk dipakai pada khitan masal, 1 alat dibawa keliling, cukup untuk 100 orang.


5. Untuk khitan masal membutuhkan banyak alat, karena tertambat kabel listrik. Persiapan menjadi lebih lama
6. Tanpa luka bakar 6. Luka bakar cukup serius.
7. Sparepart lengkap dan garansi 1tahun 7. ??????????
8. Lebih praktis 8. Cukup ribet, banyak kabel.

Melihat untung ruginya maka kami merekomendasikan untuk mempergunakan FLASHCUTTER Easy Release DC107

Keuntungan.

Memotong sangat cepat sehingga terhindar risiko luka bakar.
Proses lebih cepat, luka telah terobstruksi sehingga dapat meminimalisir resiko pendarahan ( pada umumnya tiada pendarahan).
Meniadakan proses ligasi atau ikatan benang pada pendarahan, karena Flashcutter telah dilengkapi probe bipolar penghenti pendarahan
Pisau Flashcutter tidak perlu disterilisasi
Kecil kemungkinan risiko glans terpotong.

Kerugian atau resiko :

Flashcutter merupakan perangkat ideal untuk khitan, hampir tanpa resiko atau kerugian. Namun untuk pemula sebaiknya berlatih memotong kulit ayam lebih dahulu sebelum mempergunakannya. Pemula kadangkala memutuskan mata pisau, maka harus mempersiapkan mata pisau cadangan ( untuk tenaga yang berpengalaman, 1 mata pisau dapat dipakai sampai lebih 300X insisi)
Risiko luka bakar (meskipun kecil kemungkinan) dapat pula terjadi jika operatornya ceroboh atau tidak mangetahui tatacara operasi dengan Flashcutter. ( Baca buku petunjuk pemakaian dan visualisasi VCD )

Teknik khitan standar dengan FLASHCUTTER Easy Release DC10

Buka flashcutter bag, persiapkan handel dan pisau pada posisinya.
Jika anda akan melakukan operasi tanpa asisten, bungkuslah pegangan (handle) Flashcutter dengan doek steril , agar tangan anda tetap steril).
Siapkan penerangan, pakai Flashcutter headlamp yang disertakan dalam 1 paket flashcutter
Bersihkan area yang akan dilakukan operasi. Cukur rambut kemaluan jika ada.
Lakukan anastesi dan desinfeksi.
Tandai batas insisi
Pasang klem pada jam 12 dan 6 ditarik ke distal sampai teregang.
Urutlah glansseproksimal mungkin dan fiksasi glans dengan tangan kiri.
Jepit koher pada batas yang telah kita tandai dengan arah melintang miring (sekitar 40 derajat) antara jam 12 dan 6 ( jam 6 lebih distal)
Yakinkan bahwa glans tidak terjepit.
Sayat/iris prepusium dengan Flashcutter dibagian atas koher (tidak dianjurkan memotong dibawah koher).
Lepaskan koher dan munculkan kembali glans.
Umumnya tidak menimbulkan pendaran, jika ada (sedikit sekali) sentuhlah sumber pendarahan dengan probe Flashcutter anti pendarahan (telah disertakan dalam 1 paket flashcutter)
Rapikan sayatan terutama jika mukosa masih panjang.

Catatan :

Jika insisi dibawah koher, yakinkan mata pisau tidak menyentuh glans.

PENTING

Lakukan pemotongan segera setelah dilakukan penjepitan. Membiarkan terlalu lama mengakibatkan kerusakan (nekrosis) pada daerah terjepit.
Lakukan pemotongan dengan menggesek perlahan-lahan dan tidak perlu ditekan (lihat VCD). Melakukan pemotongan dengan tergesa-gesa disertaitekanan justru dapat menghambat proses pemotongan dan potensial menimbulkan pendarahan, juga dapat menyebabkanbenang pisau putus.
Tidak dianjurkan melakukan pemotongan di bawah klem penjepit.
Matikan generator segera jika operasi selesa. Bersihkan mata pisau dengan kapas alcohol.

Cara menghentikan pendarahan.

Untuk penghenti pendarahan, Flashcutter telah dilengkapi probe “pararel stick” bipolar yang juga dapat dimodifikasi untuk berbagai keperluan semisal pengangkatan tumor kulit (kutil) dll.

Untuk penghenti pendarahan, kondisikan benang nickel dalam posisi tumpul.
Tombol fungsi pada posisi low. (untuk flashcutter standard tekan tombol pada generator, untuk PRO putar tombol pada handel pistol)
Bersihkan luka dan temukan sumber pendarahan, kemudian tekan dengan kasa.
Lepas kasa dan sentuhkan ujung probe dengan cepat pada pembuluh darah terpotong/tersayat. Sentuhan ujung probe jangan terlalu lama dan jangan ditekan agar tidak terjadi luka bakar.
Periksa kembali apa masih ada pendarahan, jika ada ulangi prosedur diatas sampai pendarahan terhenti.

Lakukan pemotongan segera setelah dilakukan penjepitan. Membiarkan terlalu lama mengakibatkan gangguan pada daerah terjepit.
Lakukan pemotongan dengan menggesek perlahan-lahan dan tidak perlu ditekan (lihat VCD). Melakukan pemotongan dengan tergesa-gesa disertaitekanan justru dapat menghambat proses pemotongan dan potensial menimbulkan pendarahan, juga dapat menyebabkanbenang pisau putus.
Tidak dianjurkan melakukan pemotongan di bawah klem penjepit.
Matikan generator segera jika operasi selesa. Bersihkan mata pisau dengan kapas alcohol.

Thursday, December 15, 2011

Persiapan Perlengkapan Khitan



Perlengkapan sebelum mulai menerima pasien untuk dikhitan, terlebih dahulu kita harus melakukan persiapan.
1. Minor set/Sirkum Set terdiri dari :
- gunting dengan ujung tajam dan tumpul,
- pinset anatomis,
- Klem lurus 3 buah,
- Klem bengkok (mosquito) 1 buah,
- Neddle holder 1 buah- semuanya berukuran kecil-sedang bukan yang besar-besar.
2. Wadah stainles untuk minor set- semuanya ini dalam kondisi steril
3. Jarum cutting ukuran kecil-sedang dan benang cat-gut plain ( lebih baik lagi bila ada yang atraumatik)
4. Spuit 3 cc dan lidocain 2% atau Pehacain
5. Kassa steril yang cukup
6. Plester .
7. Trifamycetin zalf atau sofratule bila ada.
8.Duk steril bolong, handskun steril ukuran sesuai tangan
9. Meja untuk pasien berbaring beserta perlaknya dan kipas angin, serta pencahayaan yang baik atau headlamp.
10. Adrenalin yang sudah dimasukkan dalam spuit untuk jaga-jaga saja
11. Alkohol 70 % dan betadine
12.Tempat sampah Setelah persiapan lengkap lidocain sudah masuk dalam spuit sebanyak 2,5 cc, jarum sudah dipegang oleh needle holder serta benang catgut sudah terpasang ( “klik” 2 kali ) di pantat jarum, barulah kita panggil pasien.
Jika anda mempergunakan FLASHCUTTER

Jika anda mempergunakan pisau elektrik, kami merekomendasikan untuk mempergunakan Flashcutter, disamping aman (karena tanpa listrik) pisaunya lurus dan tajam menjamin kecepatan pemotongan sehingga tidak menimbulkan luka bakar. Luka lurus tidak berkerut.
Jika anda melakukan pemotongan sendiri, pakailah doek flashcutter agar kondisi tangan anda tetap steril. Namun jika tidak tersedia doek untuk handle Flashcutter, anda harus mempergunakan asisten sebagai oprerator , ini dimaksudkan agar tangan anda tetap steril. Operator flashcutter ini sangat diperlukan pada khitan masal, karena untuk mengekskusi 100 anak cukup hanya 1 alat (flashcutter)+1 operator.
Flashcutter sangat efektif untuk khitan masal, karena pemotongannya sangat cepat dan alat tidak tersambung jaringan listrik, sehingga seorang operator dapat berkeliling untuk malakukan pemotongan.

Tuesday, November 8, 2011

Celana sunat

Celana khitan ini berbentuk celana dalam yang terbuat dari bahan yang nyaman dipakai. Di bagian depannya terdapat masker pelindung luka pasca khitan yang terbuat dari spon.

Celana khitan digunakan jika pasien akan bepergian atau melakukan aktivitas tertentu sehingga perlu menggunakan celana luar yang biasa dikenakan.

Fungsi celana ini adalah membuat nyaman beraktivitas dan membantu proses penyembuhan luka karena tidak tergesek-gesek.

Tersedia berbagai macam ukuran untuk pasien yang berbadan besar / gemuk hingga balita. Terdapat ukuran XXL, XL, L, M, S dan XS

Celana pasca khitan atau celana sunat,
Ukuran dan Price
 Rp.20,000/pcs ukuran XL,
Rp.20,000/pcs ukuran  L,
Rp.20,000/pcs ukuran  M
Rp.20,000/pcs ukran S
Grosir Rp.15,000 minimum 1 kodi/20pcs

SMS 087771432483
Call  0813 1135 0193
PIN 21B114C1

Saturday, April 30, 2011

Khitan Teknik Konvensional Dorsumsisi


Dorsumsisi ( Dorsal Split Operation )

Teknik Dorsumsisi adalah teknik sirkumsisi dengan cara memotong preputium pada bagian dorsal pada jam 12 sejajar sumbu panjang penis ke arah proksimal, kemudian dilakukan pemotongan sirkuler kekiri dan kekanan sejajar sulcus coronarius.
Keuntungan :

  • Resiko menyayat/memotong penis lebih kecil
  • Kelebihan kulit mukosa bisa diatur
  • Mudah mengatur panjang pendek pemotongan mukopsa
  • Tidak melukai glan dan frenulum
  • Pendarahan bisa cepat diatasi
  • Baik untuk penderita fimosis/paraphimosis.
  • Baik untuk pemula.(tehnik yang paling aman)
Kerugian :

  • Teknik sulit dan lebih rumit
  • Pendarahan relative lebih banyak.
  • Insisi sering tidak rata, tidak simetris.
  • Waktu lebih lama.
Urutan / Tahapan Tehnik

Tandai batas insisi dengan menjepit kulit prepusium dengan klem/pinset.



  1. Prepusium dijepit klem pada jam 11, 1 dan jam 6 ditarik ke distal.
  2. Preputium dijepit dengan klem bengkok dan frenulum dijepit dengan kocher
  3. Preputium diinsisi pada jam 12 diantara jepitan klem dengan menggunakan gunting kearah sulcus coronarius, sisakan mukosa kulit secukupnya dari bagian distal sulcus pasang tali kendali
  4. Pindahkan klem (dari jam 1 dan 11 ) ke ujung distal sayatan (jam 12 dan 12’)
  5. Insisi meingkar kekiri dan kekanan dengan arah serong menuju frenulum di distal penis (pada frenulum insisi dibuat agak meruncing (huruf V), buat tali kendali )
  6. Buat tali kendali pada jam 3 dan 9
  7. Gunting dan rapikan kelebihan mukosa
  8. Rawat perdarahan yang terjadi

HEMOSTASIS

Perawatan perdarahan di lakukan dengan mencari sumber perdarahan dengan menghapus daerah luka dengan menggunakan kasa, bila di dapatkan sumber perdarahan segera di jepit dengan klem/pean arteri kecil. Tarik klem, ligasi dengan mengikat jaringan sumber perdarahan dengan catgut. Potong ikatan sependek mungkin. Cari seluruh sumber perdarahan lain dan lakukan hal yang serupa.


Jika anda mempergunakan flashcutter, cukup menyentuh pendarahan dengan probe bipolar, seketika langsung terhenti.

WOUND SUTURE
Jahitan Frenulum

Frenulum biasanya dijahit dengan matras horizontal atau boleh dengan matras 8 (cross) ataupun matras horizontal. Setelah dijahit sisakan benang untuk digunakan sebagai kendali.·

Jahitan Dorsal
Jahitan pada dorsal penis mengunakan jahitan simpul. Sisakan benang untuk dibuat tali kendali. (Gambar 18 Simpul pada jam 12)·


Jahitan bagian kulit mukosa yang lain
Dengan menggunakan kendali untuk mengarahkan posisi penis jahit sekeliling luka dengan jahitan simpul (jam 12). Jahitan simpul bisa dilakukan pada jam 3 dan 9 atau jam 2,4, 8 dan 10. Tidak diianjurkan Mengikatnya terlalu erat. Tidak dianjurkan menggunakan jahitan jelujur (Continuous Suture). Bila telah dijahit semua maka lihat apakah ada bagian yang renggang yang memerlukan jahitan.

WOUND CARE
Setelah selesai di jahit olesi tepi luka dengan betadine, bila perlu beri dan olesi dengan salep antibiotik.
Perawatan luka bisa dilakukan dengan metode tertutup atau terbuka.
Metode terbuka (Open Care )

Perawatan ini bisa dilakukan bila ada jaminan penderita mampu menjaga kebersihan luka. Setelah diolesi betadine dan salep antibiotika biarkan secara terbuka (dianjurkan urologi).
Metode tertutup (Close Care)

Setelah diberi betadine dan salep antibiotika, berikan sufratule secara melingkar. Tutup denga kasa steril, ujung kain kasa dipilin sebagai tempat fiksasi supra pubic dengan menggunakan plester (Balutan Suspensorium) atau biarkan berbentuk cincin (Balutan Ring).


POST OPERATION CARE
Medikamentosa

Analgetika : Antalgin 500mg PO 3dd1
Asam Mefenamat 500mg PO 3dd1

Antibiotika : Amoksisilin 500mg
PO 3dd1
Eritromisin 500mg 3dd1

Roboransia : Vitamin B Complex
Vitamin C

Edukasi

Luka dalam 3 hari jangan kena air.
  • Hati hati dengan perdarahan post circumsisi, bila ada segera kontrol
  • Perbanyak istirahat
  • Bila selesai kencing hapus sisa air kencing dengan tisue atau kasa
  • Perbanyak dengan makan dan minum yang bergizi terutama yang banyak mengandung protein, tidak ada larangan makan.
  • Setelah 3-5 hari post circumsisi buka perban di rumah segera kontrol. 
Sources :www.unicefcorporation.com

Khitan dengan berbagai metodenya


Sirkumsisi (circumcision) /khitan, khattan atu sunat ini dapat dilakukan dengan cara tradisional dan medis, di dalam dunia kedokteran, ada beberapa langkah yang dilakukan ketika melakukan sunat:
Pertama-tama mengiris kulit di bagian punggung penis (dorsumsisi). Ini dilakukan untuk mengeluarkan ujung bagian dalam penis. Kedua, mengiris kulit kulup yang mengelilingi penis (sirkumsisi). Dengan begitu, penis jadi terbuka. Setelah itu menjahit luka irisan tersebut agar penyembuhannya berlangsung cepat dan tidak timbul komplikasi.
Selain cara klasik di atas, masih ada banyak cara untuk menyunat. Di antaranya adalah:
Cara kuno
Dengan menggunakan sebilah bambu tajam. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut. Namun cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan steril.
Metode cincin
Dicetuskan oleh oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001.
Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit.
Metode mangkuk.
Metode ini lebih cocok dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulup lebih kecil dari ukuran normal.
Metode lonceng.
Di sini, tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. Setelah itu, jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat. Hanya saja metode ini waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
Dengan laser CO2.
Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:
setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam 10-15 menit, sunat selesai. Cara sirkumsisi seperti ini cocok untuk anak pra-pubertal, namun kurang cocok untuk dibawa-bawa kelapangan misalkan pada khitan masal, karena disamping alat ini mahal dan berat dalam pengoperasiannya mutlak memerlukan jaringan listrik.
Metode ini mirip metode laser. Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari benang logam yang lurus (kencang) dan tajam. Bila laser mempergunakan sinar untuk mendapatkan energi panas, pada flashcutter dimunculkan oleh mata pisaunya itu sendiri. Jika laser membutuhkan energi listrik dari PLN untuk menghidupkan generatornya, Namun Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sedah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang yang cukup handal. Jika dibandingkan dengan laser harganya jauh lebih ekonomis, namun untuk khitan hasilnya dapat dikatakan tidak ada perbedaan berarti.
Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia th2006 oleh Uniceff Corporation. Cara pemotongan pada khitan (circumcision) sama seperti mempergunakan pisau (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal). Dalam metode ini biasanya pasien dalam kondisi normal dapat sembuh antara 3 sampai 5 hari saja. ( Baca juga “Cara Khitan Dengan Flashcutter” )
Khitan metode Electrocautery
Metode pemotongan dengan solder panas ini sempat booming beberapa tahun belakangan ini, masyarakat awam menyebutnya khitan laser. Metode pemotongan elektrokauter inipun mutlak membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber dayanya. Namun belakangan ini metode elektrokauter ini banyak mendapat sorotan karena :
- Dapat menimbulkan luka bakar yang cukup serius.
- Tidak praktis karena mutlak membutuhkan jaringan listrik (PLN)
- Jika ada kebocoran (kerusakan) alat, dapat terjadi sengatan listrik yang sangat berbahaya bagi pasien maupun operator.
Lihat Khitan metode Flashcutter

Pertanyaan seputar flashcutter

Adalah alat khitan/sunat, pengangkat kutil (tumor di kulit ) , kulit kelamin (genital) serta anus metode elektrik tercanggih saat ini. Tanpa ada pendarahan, minimal luka bakar dan steril. Tidak pakai listrik (PLN) cukup pakai baterai rechargeable yang nggak perlu diganti, cukup di charging sekali cukup dipakai khitan 100X, baterai tidak perlu diganti sampai bertahun-tahun. GARANSI 1th

Apa bedanya dengan electric cauter?


Jika maksudnya adalah elektro kauter yang selama ini beredar di Indonesia, jelas sekali perbedaannya, diantaranya :
Elektro kauter mempergunakan jaringan listrik (PLN) untuk tenaganya, jelas sekali ini sangat merepotkan dan perlu dipertimbangkan pula bahayanya. Selain kurang praktis, dapat dibayangkan jika anda sedang mengkhitan tiba-tiba listrik padam. Belum lagi untuk daerah yang tidak terdapat jaringan PLN.
Sedangkan Flashcutter tidak perlu jaringan listrik saat dipergunakan, kecuali sedang mengisi baterai (charging ) yang cukup untuk 100X khitan sekali charging. Jelas lebih praktis dan sama sekali tidak berbahaya.

Bagaimana dengan luka bakar ?


Memang dewasa ini banyak ditemukan hasil khitan elektrik (elektro kauter) yang sarat luka bakar, pendarahan, infeksi, rasa nyeri paska khitan, bahkan ada yang sampai tersengat arus listrik. Tentu saja ini erat kaitannya dengan profesionalisme pelakunya plus standarisasi peralatan yang sangat lemah. Inilah akar permasalahannya.

Maksudnya gimana dong? Apa penyebab luka bakarnya?


Penyebab utamanya terletak pada peralatan itu sendiri, dimana elektro kauter umumnya mempergunakan logam tumpul dan membara ( solder ) untuk memotong atau lebih tepatnya membakar  kulub (preputium). Bagaimanapun benda tumpul akan mengakibatkan kerusakan jika dipakai untuk memotong, apalagi dalam keadaan membara. (bayangkan sendiri).

Bagaimana dengan Flashcutter ?


Perancang Flashcutter telah mengerti benar bahwa pada operasi bedah disyaratkan luka buatan dengan hasil yang lurus (tidak terkoyak) bersih dan steril. Gunanya untuk memudahkan penyatuan jaringan saat penjahitan, hasil yang bagus, mencegah timbulnya infeksi dan otomatis luka cepat sembuh. Untuk itu dibutuhkan pisau yang tajam dan steril. Nah…! Flashcutter mempergunakan benang logam yang sangat halus dan tajam untuk memotong, dimaksudkan agar proses berjalan cepat dengan bara yang terfokus pada satu garis target, sehingga jaringan yang dioperasi tidak terlalu lama kontak dengan panas untuk meminimalisir luka bakar. Dalam prakteknya hasil khitan flashcutter tidak menunjukkan adanya luka bakar dan umumnya sembuh dalam waktu 3 hari saja.

Benarkah baterai Flashcutter mampu untuk 100x khitan dalam sekali pengisian ?


Benar !, Flashcutter sangat efektif dipakai untuk khitan masal, banyak yang membuktikan untuk mengkhitan 100 orang cukup dengan satu alat saja. Karena proses pemotongannya cukup dengan hitungan detik saja (3 sampai 6 detik). Jika kita ambil rata-rata pemotongan 5 detik saja, maka untuk mengkhitan 100 orang butuh waktu 500 detik. Sedangkan pisau Flashcutter apabila dalam 1x charging dapat menyala sampai 20menit (1.200 detik).  Maka jika pasien khitan anda tidak mencapai angka seratus orang tiap bulannya, maka selama itu pula anda tudak perlu melakukan charging (pengisian muatan baterai).

Jika rusak gimana?, sparepartnya susah nggak?

 

Flashcutter jarang sekali rusak, dalam database kami diperoleh informasi dalam waktu 2 tahun baru ada 2 orang yang melaporkan kerusakan untuk mendapatkan layanan garansi. Itupun hanya kerusakan baterainya saja. Sekalipun ada kerusakan fatal sparepart Flashcutter dapat diperoleh dengan mudah, cukup telepon agen terdekat, barang siap diantar. Jika di wilayah anda tidak ada agen, pesan saja di internet atau via telepon..  Jika butuh segera : KLIK DISINI untuk malakukan pemesanan online, KLIK DISINI untuk melihat daftar harga maupun catalog produk, gampang kan?. Semoga bermanfaat.

Cara Menggunakan Flashcutter Proseries

HANDLE PRO
Flashcutter Easy Release 107, untuk jenis PRO mempergunakan handle “pistol” yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Apabila “pistol” ini dihubungkan dengan generator maka semua tombol yang ada pada generator tidak lagi berpengaruh, karena secara otomatis semua fungsinya diambil alih oleh tombol rotary pada “pistol”, dengan kata lain tombol-tombol pada generator hanya dapat berfungsi jika dihubungkan dengan handle standard PRO yang dijual terpisah.
Dibandingkan dengan handle standard, Handle”pistol” PRO ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya :
- Terbuat dari bahan isolator yang tidak dapat menjalarkan panas ketika dipakai.
- Memiliki 3 level panas yang dapat dipilih sesuai kebutuhan ( low, mid, high ).
- Berfungsi sebagai remote control, sehingga kita tidak perlu lagi menyentuh tombol-tombil pada generator.
CARA MEMAKAI :
1. Yakinkan bahwa tombol rotary dalam posisi off. (Lihat gambar3)
2. Pasang connector pada plug in generator.
3.Pasang flashclipper pada ujung pistol (lihat gambar 2).
4. Tekan push switch untuk menyalakan pisau.
5. Atur tombol rotary sesuai kebutuhan.
6. Bila diperlukan, ujung clipper dapat diputar kekanan atau kekiri sesuai keinginan anda.
PERINGATAN
1. Sebelum anda memasang flashclipper pada ujung pistol, yakinkan kembali bahwa lampu pistol tidak dalamkeadaan menyala. Begitu pula jika anda hendak melepaskannya.
2. Hubungi teknisi kami jika ada kendala, jangan melepasstiker garansi pada pistol karena akan membatalkan garansi flashcutter anda secara keseluruhan.
3. Handle pistol ini hanya dapat dipakai untuk generator flashcutter typa PRO. Tidak cocok untuk type yang lain.
4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Sources : www.flascutter.wordpress.com-Situs layanan flashcutter

Hukum Khitan

Oleh
Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah


DEFINISI KHITAN
Al khitan diambil dari bahasa Arab kha-ta-na, yaitu memotong. Sebagian ahli bahasa mengkhususkan lafadz khitan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut dengan khifadh. [1]

Adapun dalam istilah syariat, dimaksudkan dengan memotong kulit yang menutupi kepala zakar bagi laki-laki, atau memotong daging yang menonjol di atas vagina, disebut juga dengan klitoris bagi wanita.[2]

KHITAN, SYARIAT NABI IBRAHIM ALAIHISSALLAM
Khitan merupakan salah satu ajaran yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Ibrahim Alaihissallam untuk dilaksanakan, disebut sebagai “kalimat” (perintah dan larangan). Beliau Alaihissallam telah menjalankan perintah tersebut secara sempurna, sehingga beliau dijadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai panutan dan imam seluruh alam. Dalam surat al Baqarah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim". [al Baqarah : 124].

Khitan termasuk fitrah yang disebutkan dalam hadits shahih. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata :

الفِطْرَةُ خَمْسُ : الخِتَانُ وَالاسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ

"Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis".[3]

Di dalam Musnad Ahmad dari Ammar bin Yasir Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : ”Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Sebagian dari fitrah adalah: berkumur-kumur, istinsyaq (menghirup air dari hidung), mencukur kumis, siwak, memotong kuku, membersihkan lipatan pada badan, mencabut bulu ketiak, istihdad, khitan dan bersuci".[4]

Maksud dari fitrah adalah, pelakunya disifati dengan fitrah yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala fitrahkan hambaNya atas hal tersebut, dan Dia telah menganjurkannya demi kesempurnaan sifat mereka. Pada dasarnya sifat-sifat tersebut tidak memerlukan perintah syariat dalam pelaksanaannya, karena hal-hal tersebut disukai dan sesuai oleh fitrah.

Menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, fitrah itu terbagi dua. Fitrah yang berhubungan dengan hati dan dia adalah makrifat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mencintai serta mendahulukanNya dari yang lain. Dan yang kedua, fitrah amaliah dan dia hal-hal yang disebut di atas. Yang pertama mensucikan ruh dan membersihkan kalbu, sedangkan yang kedua mensucikan badan, dan keduanya saling membantu serta saling menguatkan. Dan pokok fitrah badan adalah khitan.[6]

Khitan bermula dari ajaran Nabi Ibrahim, sedangkan sebelumnya tidak ada seorangpun yang berkhitan [7]. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Ibrahim berkhitan setelah berumur delapan puluh tahun”.[8]

Setelah Nabi Ibrahim Shallallahu 'alaihi wa sallam, tradisi dan sunnah khitan berlanjut bagi semua rasul dan para pengikut mereka, sampai kepada al Masih, bahwa dia juga berkhitan. Orang Nashrani mengakui dan tidak mengingkari khitan tersebut, sebagaimana mereka mengakui haramnya daging babi, haramnya uang penghasilan hari Sabat, mereka mengakui shalat menghadap Shakhrah (sebuah batu sebagai kiblat Yahudi di Masdjid al Aqsha, Pen), dan mereka mengakui untuk tidak berpuasa lima puluh hari, yang puasa tersebut mereka namakan dengan "puasa besar".[9]

HIKMAH DAN FAIDAH KHITAN[10]
1. Khitan merupakan kemulian syariat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala peruntukkan untuk hambaNya, memperbagus keindahan zhahir dan bathin, menyempurnakan agama Hanif bapak para nabi dan rasul, sebagai nenek moyang bagi keturunan Ismail dan Ishaq; dialah Nabi Ibrahim. Khitan merupakan celupan dan tanda Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap hambaNya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

صِبْغَةَ اللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةًَ

"Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah?" [al Baqarah : 138].

2. Sebagai tanda 'ubudiah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana dahulu, bahwa memberi tanda pada telinga atau badan pada budak sahaya sebagai pertanda penghambaan diri mereka kepada majikannya. Jika budak tersebut lari dari majikannya, ia dikembalikan kepadanya melalui perantara tanda tersebut. Maka tidak ada yang mengingkari, barangsiapa yang telah berkhitan dengan memotong kulit tersebut, berarti dia telah menghambakan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga semua orang mengetahui, barangsiapa yang melakukan khitan, berarti dia adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala.
3. Khitan merupakan kesucian, kebersihan dan hiasan bagi hambaNya yang hanif.
4. Dengan berkhitan -terutama seorang wanita- dapat menetralkan nafsu syahwat. Jika dibiarkan tidak berkhitan, maka akan sejajar dengan perilaku hewan. Dan jika dipotong habis, maka membuat dia akan sama dengan benda mati, tidak mempunyai rasa. Oleh karenanya, kita mendapatkan, orang yang tidak berkhitan, baik dia laki-laki maupun perempuan, tidak puas dengan jima` (hiperseks). Dan sebaliknya, kesalahan ketika mengkhitan bagi wanita, dapat membuatnya menjadi dingin terhadap laki-laki.
5. Bagi wanita yang berkhitan dapat mencerahkan wajah dan memuaskan pasangan.

عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ اْلَأنْصَارِيَة أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تًخْتِنُ بِالْمَدِيْنَةَ فَقَالَ لَهَا النَّبِي صلى الله عليه وسلم : لَا تُنْهِكِي فَإِنَّ ذلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى اْلبَعْلِ

"Dalam hadits Ummu `Athiah, bahwa seorang wanita di Madinah berprofesi sebagai pengkhitan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: "Janganlah dihabiskan. Sesungguhnya, itu akan menguntungkan wanita dan lebih dicintai suami" [11]
6. Setan berdiam pada tempat-tempat yang kotor, termasuk pada kulit yang tidak berkhitan. Setan meniupkan pada kemaluannya, yang tidak dia tiup pada orang yang berkhitan.

HUKUM KHITAN
Para ulama berselisih dalam permasalahan ini, terbagi kepada tiga pendapat.

Pendapat Pertama : Khitan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. Pendapat ini merupakan mazhab Syafi`iyah [12], Hanabilah [13] dan sebagian Malikiyah [14] rahimahullah, dan dari ulama terkemuka dewasa ini, seperti pendapat Syaikh al Albani.[15]

Pendapat Kedua : Khitan itu sunnah (mustahab). Pendapat ini merupakan mazhab Hanafiyah [16], pendapat Imam Malik [17] dan Ahmad, dalam satu riwayat [18] rahimahullah.

Pendapat Ketiga : Khitan wajib bagi laki-laki dan keutamaan bagi wanita. Pendapat ini merupakan satu riwayat dari Imam Ahmad [19], sebagian Malikiyah[20] dan Zhahiriyah [21] rahimahullah.

DALIL-DALIL
Dalil pendapat Pertama, yang mengatakan khitan wajib. Mereka berdalil dengan Kitab, Sunnah, atsar dan akal.
a. Dalil dari Kitab.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ... الأية

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan)".[al Baqarah : 124].

Catatan: Sesungguhnya, khitan termasuk kalimat yang dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai bentuk ujian kepada Ibrahim Alaihissallam, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas; dan ujian, secara umum berlaku dalam hal yang wajib.[22]

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif". Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan".

Catatan: Khitan termasuk ajaran Ibrahim Alaihissallam, sehingga hal itu termasuk dalam keumuman perintah untuk diikuti. Dan asal dari perintah adalah wajib, sampai ada dalil lain yang memalingkannya [23].

b. Dalil dari Sunnah.
Hadits `Utsaim bin Kulaib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa dia datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Aku telah masuk Islam,” Nabi bersabda,”Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah [24]".

Sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam "berkhitanlah", adalah 'amr (perintah); dan 'amr, hukum asalnya wajib, ia menunjukkan wajibnya berkhitan. Perkataan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada satu orang, juga mencakup yang lainnya, hingga ada dalil pengkhususan.[25]

Dan juga mereka berdalil sebagaimana yang diriwayatkan dari Zuhri, bahwa ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : 'Barangsiapa masuk Islam, maka berkhitanlah, sekalipun sudah dewasa'[26]."

Sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam "maka hendaklah berkhitan", adalah 'amr; dan asal hukum 'amr, wajib dengan sighat (bentuk syarat) pada sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam "Barangsiapa yang masuk Islam", lafadznya umum, mencakup laki-laki dan perempuan.

c. Atsar Salaf.
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Al aqlaf (yaitu orang yang belum berkhitan), tidak diterima shalatnya dan tidak dimakan sembelihannya"[27].

d. Dalil Aqli.
Mereka berdalil dengan teori dan qiyas. Secara teori, dapat dilihat dari beberapa aspek.

Pertama : Diperbolehkan membuka aurat saat dikhitan. Jika khitan bukan merupakan hal yang wajib, niscaya tidak diperbolehkan; karena hal itu bukan hal yang bersifat darurat dan bukan pula untuk berobat.[28]

Kedua : Kulit zakar dapat menahan najis, padahal membuang najis merupakan kewajiban ketika beribadah. Dan tidak ada cara menghilangkan kulit itu, kecuali dengan khitan. sehingga jadilah hukum hokum itu wajib, karena apa yang tidak bisa sempurna sebuah kewajiban kecuali dengannya, maka jatuh hukumnya wajib [29].

Ketiga : Orang tua sebagai penyebab si anak merasakan sakit ketika dikhitan, dapat menyebabkan kematian jika sampai tetanus, serta sang ayah mengeluarkan hartanya untuk biaya tabib dan pengobatan. Jika hal itu tidak wajib, maka hal-hal tersebut tidak diperbolehkan [30].

Keempat : Sesungguhnya dengan berkhitan mendatangkan sakit yang luar biasa, tidak disyariatkan kecuali tiga keadaan: untuk mashlahat, atau hukuman, atau untuk melaksanakan sebuah kewajiban. Dalam khitan tidak mungkin karena dua yang pertama, sehingga jadi tersisa yang ketiga, yaitu untuk sebuah kewajiban.[31]

Sedangkan istidlal (dalil) dengan qiyas.
Pertama. Khitan adalah pemotongan yang disyariatkan rawan tetanus, jadilah wajib seperti memotong tangan pencuri [32]
Kedua. Sesungguhnya khitan merupakan syiar kaum Muslimin, maka hukumnya wajib sebagaimana hukum syiar Islam yang lain [33].

Dalil pendapat kedua, yang menyatakan khitan sebagai sunnah dan bukan hal yang wajib. Mereka berdalil dengan Sunnah.

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda: “Fitrah ada lima, di antaranya berkhitan …". [34]

Catatan : Maksud dari fitrah adalah sunnah. Oleh karenanya, hukum khitan sunnah dan tidak wajib. Oleh karena khitan disejajarkan dengan yang bukan wajib seperti istihdad (mencukur bulu kemaluan).[35]

Sebagaimana yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Khitan sunnah bagi laki-laki dan keutamaan bagi wanita" [36].

Catatan : Hadits ini menjadi nash dalam permasalahan bahwa khitan sunnah bagi laki-laki dan keutamaan bagi wanita.

Dalil pendapat ketiga, mereka lebih memerinci sebagian dalil yang dikatakan oleh pendapat pertama, yaitu yang mengatakan wajib berkhitan bagi laki-laki dan wanita.

Mereka berkata,"Khitan bagi laki-laki lebih tegas, karena kalau dia tidak berkhitan, maka kulit yang menjulur pada ujung zakar dapat menghalanginya dari bersuci, sedangkan wanita lebih ringan. Maka jatuhnya wajib bagi laki-laki, dan tidak wajib bagi wanita."[37]

KESIMPULANNYA.
Pertama. Secara umum, setiap dalil tidak lepas dari kritikan, sebagaimana yang telah disebutkan bantahan, setiap pendapat terhadap pendapat lainnya oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullahn[38].

Kedua. Pendapat pertama dan ketiga mempunyai persamaan dalam hukum khitan laki-laki, sedangkan hukum khitan perempuan sama-sama memiliki dalil yang sama-sama kuat.

Ketiga. Laki-laki diwajibkan berkhitan. Yang demikian ini merupakan pendapat jumhur, sebagaimana terdapat pada pendapat pertama dan ketiga. Dan pendapat ini yang lebih menenangkan hati, dari pendapat yang mengatakan khitan wanita itu sunnah, wallahu a`lam.

Sedangkan apa yang disebutkan oleh pendapat kedua pada hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, maka dapat kita jawab, jika kita menerima alasan mereka bahwa makna fitrah adalah sunnah, bukan berarti khitan tidak diwajibkan. Karena lafadz sunnah ada yang hukumnya wajib dan ada yang bukan wajib. Ia mencakup semua maknanya yang terkandung dalam syariat. Sedangkan membedakan antara sunnah dengan wajib, ini merupakan istilah baru.[39]

Keempat. Sedangkan khitan perempuan -yang menenangkan hati saya- hukumnya wajib, karena wanita adalah syaqa-iq (saudara sederajat) dengan laki-laki dalam hukum.

Alasan yang membuat penulis menyatakan hukum tersebut wajib, karena dengan berkhitan, seorang wanita dapat menetralkan syahwat. Hal itu dapat membantu untuk iffah (menjaga kehormatan). Dan menjaga kehormatan sangat dituntut secara syariat. Sebagaimana kesucian zhahir menjadikan khitan itu wajib atas laki-laki, begitu juga kesucian jiwa, menjadikan khitan itu wajib atas wanita.[40]

WAKTU KHITAN
Pelaksanaan khitan terbagi dalam tiga waktu.[41]
Pertama : Waktu yang diwajibkan. Yaitu ketika seseorang sudah masuk usia baligh, tatkala dia telah diwajibkan melaksanakan ibadah, dan tidak diwajibkan sebelum itu [42].

Di dalam hadits, Said bin Jubair berkata: "Abdullah bin Abbas ditanya 'Berapa usia engkau ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal?', ia menjawab,'Aku waktu itu baru berkhitan, dan mereka tidaklah berkhitan kecuali sudah dekat baligh'.[43]

Kedua : Waktu yang dianjurkan untuk berkhitan. Yaitu waktu itsghar [44], yakni masa ketika seorang anak sudah dianjurkan untuk shalat.

Ketiga : Waktu yang diperbolehkan. Yaitu semua waktu selain yang diterangkan di atas.

Para ulama berselisih berkhitan pada hari ketujuh dari kelahiran, apakah dianjurkan atau dimakruhkan? Sebagian memakruhkan khitan pada hari ketujuh. Demikian pendapat Hasan Basri, Ahmad dan Malik rahimahullah. Dalil mereka sebagai berikut.

Pertama : Tidak adanya nash. Khallal meriwayatkan dari Ahmad. Beliau ditanya tentang khitan bayi? Beliau menjawab,”Tidak tahu. Aku tidak mendapatkan satupun khabar (dalil)".

Kedua : Tasyabbuh (meniru) dengan Yahudi. Aku bertanya kepada Abu Abdillah (yaitu Imam Ahmad): "Seseorang dikhitan pada hari ketujuh?" Beliau memakruhkannya sambil berkata: "Itu adalah perbuatan Yahudi. Dan ini juga alasan Hasan dan Malik rahimahullah" [47].

Sebagian membawanya kepada istihbab (dianjurkan), dan ini pendapat Wahab bin Munabbih, dengan alasan lebih mudah dan tidak menyakitkan bagi bayi. Sedangkan sebagian lagi membawanya kepada hukum asal, yaitu boleh. Di antaranya pendapat Ibnul Munzir.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Syaikh kami (Ibnu Taymiah) berkata,'Ibrahim mengkhitan Ishaq pada hari ketujuh dan mengkhitan Isma'il ketika hendak baligh. Jadilah khitan Ishaq menjadi sunnah (tradisi) bagi anak cucunya, dan juga khitan Ismail menjadi sunnah bagi anak cucunya.Wallahu a'lam'."

ORANG YANG TIDAK PERLU DIKHITAN
Ada empat keadaan seseorang tidak perlu dikhitan dan telah jatuh kewajiban terhadap dirinya.

Pertama : Seseorang yang dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan. Orang seperti ini tidak perlu dikhitan kembali. Demikian kesepakatan ulama. Hanya sebagian ulama mutaakhirin (belakangan) berkata: "Dianjurkan pisau melewati tempat khitan, karena itu yang dapat dia lakukan, dan Nabi telah bersabda,'Jika aku perintahkan, maka lakukan semampu kalian". [48]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,"Yang benar, perbuatan ini makruh. Tidak perlu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengannya. Dan tidak perlu beribadah dengan semisalnya. Dan syariah berlindung dari hal itu, karena merupakan perbuatan sia-sia yang tidak ada faidahnya. Melewati pisau bukanlah tujuan. Akan tetapi sebagai sarana untuk sebuah tujuan. Jika tujuan telah tercapai, maka tidak ada artinya bagi sarana."[49]

Kedua : Jika seseorang tidak tahan menahan rasa sakit ketika berkhitan, sebab sakit atau sudah tua, dan lain sebagainya. Ditakutkan terhadap dirinya kebinasaan dan kelemahan tersebut berlanjut, maka dalam keadaan seperti ini, ia diperkenankan untuk tidak berkhitan.

Ketiga : Seseorang masuk Islam ketika sudah dewasa, dan dia takut binasa karenanya; maka hukum khitan jatuh darinya menurut jumhur.

Keempat : Seseorang yang meninggal, sedangkan ia belum berkhitan, maka tidak perlu dikhitankan, karena khitan disyariatkan ketika seseorang masih hidup, dan itu telah hilang dengan kematian, maka tidak ada mashlahat untuk mengkhitannya.[50]

BEBERAPA KESALAHAN DAN KEMUNKARAN SEPUTAR PERMASALAHAN KHITAN
1. Mengadakan acara kenduri khitan. Amaliah ini tidak ada asalnya dari syariat, sebuah perbuatan mubadzir, bahkan bid'ah.
2. Menguliti sebagian seluruh kulit zakar ketika berkhitan, sebagaimana terjadi di sebagian negara atau wilayah.
3. Kurang teliti memilih tabib atau dokter, terutama bagi anak wanita yang dapat berakibat fatal bagi masa depannya.
4. Menakut-nakuti anak yang akan berkhitan dengan cerita-cerita yang tidak benar dan dapat merusak aqidah sang anak.
5. Lalainya sebagian orang dalam permasalahan aurat ketika berkhitan. Kadang-kadang, orang-orang sesukanya melihat aurat besar yang dikhitan, terutama terhadap yang berlawanan jenis.

Wa shalallahu wa sallam 'ala Muhammadin tasliman katsira, wa akhiru da'wana, al hamdulillahi Rabbil 'alamin

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183, Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Lisanul Arab (13/137), Tartibul Qamus (2/15)
[2]. Tharhut Tatsrib, Iraqi (2/75), Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/340)
[3]. HR Muslim dalam Minhaj (1/541) dan Bukhari dalam Fathul Bari (10/334)
[4]. HR Ahmad (4/264), Ibnu Majah, no. 294. Hadits hasan. Lihat Shahih Jami`, al Albani, no. 5782.
[5]. Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/339)
[6]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 100.
[7]. Ahkamul Qur`an, Ibnul Arabi (1/36)
[8]. HR Bukhari dalam Fathul Bari (11/88) dan Muslim (7/97)
[9]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayim, hlm. 98.
[10]. Lihat Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayim, hlm. 46-49.
[11]. HR Abu Dawud, no. 5271, haditsnya hasan, karena jalannya yang banyak. Lihat Silsilah Shahihah, no. 722.
[12]. Al Majmu`, Nawawi (1/300)
[13]. Al Inshaf, al Mardawi (1/123), al Mubdi`, Ibnu Muflih (1/103,104).
[14]. Al Qawanin al Fiqhiyah, Ibnu Jizzi, 167, Tharhut Tastrib, al Iraqi (2/75).
[15]. Lihat Tamamul Minnah, al Albani, hlm. 69
[16]. Al Mabsuth, Sarkhasi (1/156)
[17]. Al Qawanin al Fiqhiyah, Ibnu Jizzi, 167
[18]. Al Inshaf, al Mardawi (1/123), al Mubdi`, Ibnu Muflih (1/104)
[19]. Al Inshaf, al Mardawi (1/123), al Mubdi`, Ibnu Muflih (1/104), dan pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Qudamah t . Lihat al Mughni (1/85).
[20]. Al Fawakih ad Dawani, Nafrawi (1/461).
[21]. Al Muhalla, Ibnu Hazm (2/218) dan dinisbatkan oleh al Iraqi kepada mazhab Syafi`iyah.
[22]. Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/342)
[23]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 101.
[24]. Hadits hasan. HR Ahmad (3/415), Abu Dawud (1/148). Lihat Irwa`ul Ghalil, al Albani (1/120).
[25]. Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/341).
[26]. Hadits ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim t dan beliau berkata: "Hadits ini, sekalipun mursal, tetapi layak digunakan untuk penguat”. Lihat Tuhfatul Maudud, hlm. 101.
[27]. Disebutkan riwayatnya oleh Ibnul Qayyim di dalam Tuhfah, hlm. 119.
[28]. Al Majmu`, Nawawi (1/300), Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/341).
[29]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 103 dan Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/341)
[30]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 103 dan Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/341)
[31]. Istidlal ini dinukilkan oleh al Hafidz Ibnu Hajar t dari Imam Mawardi. Lihat Fathul Bari (10/342)
[32]. Al Mughni, Ibnu Qudamah (1/85). Juga disebutkan qiyas ini oleh Ibnul Qayyim di Tuhfatul Maudud, hlm. 129,130.
[33]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 103 dengan sedikit perubahan, dan Fathul Bari, Ibnu Hajar (10/341).
[34]. Telah berlalu takhrijnya.
[35]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 103 dan Nailul Authar, Syaukani (1/146).
[36]. HR Ahmad (5/75) dan Baihaqi (8/325).
[37]. Al Mughni, Ibnu Qudamah (1/85,86).
[38]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm.100-110.
[39]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 108.
[40]. Ahkamul Jirahah at Tibbiyah, Muhammad Mukhtar asy Syinqithi, hlm. 168.
[41]. Syaukani berpendapat, bahwa tidak ada waktu tertentu untuk berkhitan. Beliau menisbatkan pendapat tersebut kepada jumhur. Nailul Authar (1/144).
[42]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 110.
[43]. HR Bukhari dalam Fathul Bari (11/88).
[44]. Waktu itsghar, yaitu ketika gigi susu seorang anak berganti dengan gigi dewasa.
[45]. Al Fawakih ad Dawani (1/461). Beliau menisbatkannya kepada Malik rahimahullah, Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 112
[46]. Tuhfatul Maudud, hlm. 112.
[47]. Ibid.
[48]. HR Bukhari, no. 7288 dan Muslim, no. 1337.
[49]. Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 120, Tharhut Tatsrib, al Iraqi (2/76).
[50]. Lihat Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim, hlm. 120-121.
Sources : www.almanhaj.or.id

Friday, April 29, 2011

Cara Perawatan Flashcutter

Seperti alat elektronik pada umumnya, agar lebih awet dan tidak cepat rusak perlu diperhatikan treatment yang paling pokok seperti dibawah ini.

1. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

2. Yakinkan tangan dalam keadaan bersih (tidak berminyak) saat menyentuh peralatan.

3. Bersihkan peralatan dengan tissue atau lap halus setelah digunakan, jangan memakai zat kimia atau jat pembersih yang tidak dikususkan sebagai pembersih peralatan elektronik.

4. Jika tidak ada tempat terlindung untuk penempatan peralatan, biarkan Flashcutter berada dalam Flashcutter Bag.

5. Saat memasang dan mencabut connector, yakinkan peralatan dalam keadaan off, yakinkan pula anda tidak mencabut dengan cara menarik kabelnya melainkan memegang handlenya.

6. Jangan terlalu sering mengisi muatan baterai apabila alat jarang digunakan. Isilah baterai ketika lampu led sangat redup saat cutter diaktifkan. Mengisi baterai saat muatan masih penuh dapat memperpendek umur baterai. Dalam pemakaian yang normal baterai Flashcutter dapat dipakai bertahun-tahun tanpa diganti.

7. Jika ada kerusakan, segera hubungi teknisi terdekat, atau nomor telepon yang tercantum dalam buku panduan, kartu garansi, VCD yang disertakan pada setiap pembelian Flashcutter sesuai dengan wilayah pemasarannya. Tidak dianjurkan untuk menghubungi teknisi yang tidak resmi.

Tidak dianjurkan!!!.

Jangan melakukan khitan saat Flashcutter terhubung dengan komputer bertenaga listrik karena imbas listrik monitor komputer dapat mengagetkan pasien, kecuali anda mempergunakan laptop bertenaga baterai. Atau cabut kabel dari stop kontak PLN saat operasi.
Jangan melakukan khitan saat Flashcutter terhubung dengan komputer bertenaga listrik karena imbas listrik monitor komputer dapat mengagetkan pasien, kecuali anda mempergunakan laptop bertenaga baterai. Atau cabut kabel dari stop kontak PLN saat operasi.





 

Copyright © 2010 • Flashcutter , flashcutter proseries, Alat khitan laser, Electro cauter, alat sunat • Design by Dzignine